Menjalankan Indera Bisnis

Memiliki suatu bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan menjadi mimpi hampir setiap orang. Namun tidak banyak yang menyadari bahwa untuk mewujudkan hal tersebut membutuhkan banyak waktu, tenaga dan pikiran untuk dikorbankan. Terkadang orang hanya melihat hasil tanpa proses yang sudah dilaluinya. Jika orang mengetahui secara jelas lebih dahulu masalah-masalah yang akan dihadapinya dalam proses membangun bisnis mungkin saja keinginan tersebut berbalik menjadi keengganan (kalau gitu lebih enak kerja di tempat orang yang gajinya gede atau jadi PNS aja!). Terkecuali bagi mereka yang tidak hanya mengetahui masalah yang akan dihadapi namun juga telah memiliki jawaban atas masalah tersebut.

Maka dari itu indera bisnis menjadi hal penting untuk dibangun terlebih dahulu sebelum membangun suatu bisnis. Layaknya panca indera pada tubuh manusia seperti hidung untuk mengambu, mulut untuk mengunyah makanan, telinga untuk mendengar, mata untuk melihat dan kulit untuk meraba, indera bisnis penting dalam mengkoordinasikan keseluruhan panca indera, akal dan hati untuk mengasah business acumen yang nantinya menjadi modal penting dalam membangun bisnis.

Business acumen diperlukan karena mengacu kepada kemampuan seorang individu untuk mencurahkan dan memanfaatkan berbagai daya analitis dan kreativitas yang dimilikinya untuk memanfaatkan suatu peluang, menciptakan dan menyampaikan produk baik berupa barang atau jasa dengan atribut yang sesuai, dan pada akhirnya mengubahnya menjadi benefit (laba atau profit). Sederhananya adalah, kemampuan seseorang menggunakan seluruh usaha dan daya pikirannya untuk menghasilkan keuntungan.

Lantas bagaimana cara membangun indera bisnis agar terbentuk business acumen?

Ada berbagai cara praktis yang dapat dan mudah dilakukan untuk men-triggered indera bisnis segera terbangun. Pertama, tanamkan pada diri bahwa kita harus terus belajar menjadi long life learner. Jangan pernah merasa cukup dan bosan kemudian berhenti belajar. Karena pengetahuan akan terus berkembang. 

Kedua, kita mesti terpaksa menjadi “bodoh” karena keterbatasan yang kita miliki sehingga fokus dan posisikan diri kita pada bidang yang kita kuasai secara spesifik kemudian berikan kesempatan orang lain yang lebih ahli di bidangnya. 

Ketiga, biasakan berdiskusi dengan pelaku usaha dan tanyakan masalah-masalah apa yang sering dan pernah dihadapinya sekaligus bagaimana cara mereka untuk mengatasi hal tersebut. Jangan membiasakan diri untuk bertanya pada pencapaian besar yang telah diraih atau hal-hal yang bersifat kesenangan semata tanpa mengindahkan prosesnya. Hal ini penting agar kita tidak jatuh dalam lubang yang sama.

Keempat, mulailah praktik membangun bisnis dari hal terkecil. Bisnis tidak mesti langsung sekaligus besar, namun dapat dirintis dengan modal seadanya. Hal ini juga untuk langkah awal memperkenalkan pada dunia bisnis dan menekan resiko kegagalan yang terjadi. Sembari merintis, terapkan pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh. Kegagalan menjadi hal biasa, karena tidak selamanya bisnis dapat menguntungkan. Yang tidak biasa adalah tidak mencari tahu penyebab suatu kegagalan dan melakukan kegagalan yang sama bahkan secara berulang. 

Kelima, bangun suatu produk bisnis untuk menyelesaikan suatu masalah yang telah tervalidasi (masalah yang memang benar-benar dihadapi bukan sekedar asumsi sehingga perlu dilakukan riset validasi terhadap masalah tersebut). Meskipun terbilang baru dan masih banyak kekurangan, jika produk tersebut memang dibutuhkan pasti akan laku di pasaran. Tinggal bagaimana selanjutnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan produk tersebut. Yang perlu diperhatikan adalah dalam bisnis ide barulah sekedar ide, yang penting adalah eksekusi. Ide keren juga belum tentu laku di pasar. Jadi pilih! berbisnis untuk memperoleh keuntungan dari menyelesaikan masalah atau hanya untuk gaya-gayaan?

Selain bisnis yang menguntungkan, entitas bisnis juga perlu berkelanjutan. Berkelanjutan dalam artian, bisnis dapat terus beroperasi dalam jangka waktu lama dengan memiliki kinerja yang baik. Hal ini dapat terwujud apabila indera bisnis tadi dapat terus kita asah, salah satunya dengan kelima cara diatas. Mungkin kamu juga punya cara tersendiri untuk mengasah indera bisnis? boleh share di kolom komentar yaa 😊 Terimakasih! semangat setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan bagi orang yang bersungguh-sungguh.

1 comment on “Menjalankan Indera Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *