Dampak New Normal terhadap Kondisi Ekonomi di Indonesia

Presiden RI Joko Widodo dalam pidato resminya di Istana Merdeka (15 Mei 2020) menyatakan bahwa: “Kehidupan Kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan. Itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai New Normal atau tatanan kehidupan baru. ” .
Pada masa pandemi masyarakat Indonesia diharuskan hidup dengan tatanan hidup baru, yang dapat ‘berdamai’ dengan COVID-19. Adapun yang dimaksud dengan New Normal adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dan semua institusi yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan pola harian atau pola kerja atau pola hidup baru yang berbeda dengan sebelumnya. Bila hal ini tidak dilakukan, akan terjadi risiko penularan.
Tujuan dari New Normal adalah agar masyarakat tetap produktif dan aman dari Covid-19 di masa pandemi. Menghadapi wabah virus Corona atau Covid-19, pemerintah memilih jalan berdamai dengannya. Hal tersebut membuat terbentuknya skenario new normal di Indonesia.
Oleh sebab itu, berikut fakta-fakta pengaruh new normal terhadap perekonomian:

  1. New Normal Terburu-buru Dapat Membuat Ketimpangan Semakin Lebar
    Dampak new normal di Indonesia yang terburu-buru akan membuat ketimpangan semakin lebar. Protokol kesehatan mudah diterapkan di sektor usaha yang sedang dan beda.
  2. Bisnis Akan Berubah
    Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, new normal paska pandemi virus corona membuat bisnis menjadi berbeda.
  3. Protokol Kesehatan menjadi Ketat di Dunia Usaha
    Jika masyarakat tetap bepergian ke pusat perbelanjaan, maka tetap ada protokol kesehatan.
  4. Pengusaha Optimistis New Normal Pulihkan Perekonomian
    Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengaku optimistis new normal bisa dilakukan dan akan berdampak pada perekonomian. Hal itu dikarenakan banyak pengusaha yang hanya sanggup bertahan pada Agustus.
    Dia juga menjelaskan, apabila tidak ada instruksi pemerintah dalam membuka ekonomi Indonesia maka pengusaha akan melakukan pemutusan kerja sepihak.

Kita dituntut untuk mampu mengadaptasi/ menyesuaikan kebiasaan baru dimanapun kita berada. Diharapkan dengan seringnya menerapkan kebiasaan baru dimanapun, semakin mudah dan cepat menjadi norma individu dan norma masyarakat.
Dengan demikian semoga kita dapat beraktivitas dengan aman, sehat dan produktif.

Referensi
Ilustrasi Gambar: Unsplash
http://promkes.kemkes.go.id
https://economy.okezone.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *