Cuan dari Ternak Ikan Cupang

Mengubah Kebiasaan

Pandemi Covid-19 benar-benar telah mengubah kebiasaan masyarakat salah satunya lebih sering beraktivitas di rumah dibandingkan keluar rumah.

Aktivitas keluar rumah hanya dilakukan jika memang benar-benar penting untuk dilakukan misalnya urusan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan secara online (WFH), berolahraga, pertemuan penting dan berbelanja kebutuhan pokok dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Peningkatan aktivitas di rumah tanpa disertai banyak bergerak dan berinteraksi langsung seperti biasanya tidak sedikit menyebabkan orang menjadi mudah bosan dan stres. Apalagi di sebagian perusahaan WFH terkadang memiliki jam kerja yang tidak menentu :D. Pada akhirnya banyak orang yang mencari “hobi baru” yang bisa mengisi waktu luang dan menghindari penat dari rentetan virtual meeting dengan tetap di rumah. Hobi baru tersebut salah satunya adalah memelihara ikan cupang, ya ikan bernama ilmiah Betta yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Vietnam yang kini sedang trending.

Berbicara soal keuntungan, ternyata bisnis ikan cupang ini memang menggiurkan karena permintaannya meningkat hingga 50-80% di tengah pandemi seperti ini. Dilansir dari beberapa sumber berita, omzet pengusaha ikan cupang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta perbulannya tergantung pada seberapa besar jumlah, jenis, kualitas dan skalabilitasnya.

Saya kemudian merasa tertarik untuk bisa mengenal lebih dekat bisnis cuan dari ikan cupang ini langsung dari pebisnisnya. Kebetulan kawan SMP saya, Muhammad Mizan Arrauf akhir-akhir ini tengah merintis bisnis ikan cupang. Lalu saya mewawancarainya, berikut liputan percakapannya (15/10/2020):

Wawancara

  • Sejak kapan lu mulai berbisnis ikan cupang?
    • 4 bulan yang lalu
  • Mengapa memilih berbisnis ikan cupang?
    • Sebetulnya ga ada niatan untuk bisnis ikan cupang. Awalnya itu gw punya 3 ikan cupang, terus gw beli lagi 5 jadi 8 dan beli lagi jadi punya 16 karena gw cepet bosen sama ikannya jadi akhirnya gw beli lagi tuh ikan cupang. Selain beli dengan cara langsung, gw juga jual ikan cupang punya gw terus hasilnya gw beliin ikan cupang yang baru (model tuker tambah) tapi gw selalu jual dengan harga yang bagus jadi gw juga dapet selisih dari hasil penjualan dan pembelian ikan cupang itu. Dari situ gw pikir oke juga kalau dibisnisin dan gw mulai breeding.
  • Apa jenis ikan cupang yang lu jual dan breeding?
    • Gw fokus breeding dan jual ikan cupang hias jenis halfmoon.

Memilih bisnis ikan cupang

  • Kenapa lu pilih jenis ikan cupang halfmoon?
    • Karena marketnya besar, demand-nya besar, sementara supply-nya masih terbatas. Ada yang jual tapi jarang banget, di daerah gw (Sukabumi) dan sekitarnya aja masih susah nyari yang jual. Kalaupun ada terbatas dan kualitasnya juga kurang.
  • Darimana kita bisa menentukan kualitas ikan cupang itu bagus?
    • Oh itu dari warna, gen dan fisiknya. Contoh warna yang cerah (tidak pucat) dan variatif, kondisi sirip yang baik (tidak sobek dan rusak) dan pergerakannya aktif.
  • Siapa aja pembeli yang udah beli ikan cupang lu?
    • Banyak wan, dari berbagai daerah sampai luar pulau kayak Jambi, Batam, Manado, Malang, Tulungagung, Surakarta, Sidoarjo, Jakarta dll
  • Bagaimana cara merawat ikan cupang? apakah sulit?
    • Ngerawat ikan cupang cukup mudah dibandingkan dengan ikan hias pada umumnya, karena ikan cupang unik punya organ labirin jadi ga butuh penyuplai oksigen seperti aerator. Kalau ga pakai filter airpun bisa dilakukan penggantian air maksimal 3x sehari. Terus juga gaperlu wadah yang luas. Makanannya juga gampang didapat apalagi kan lagi tren kayak gini. Kalau mau makanannya yang bagus sih kasih kutu air, sama aja kayak kita kalau makanan tanpa pengawet atau yang diawetkan itu lebih bagus. Tinggal bagaimana kita disiplin dalam memberi makan, mengganti air termasuk menjaga kualitas airnya dan tidak lupa menjemur ikan cupangnya.
  • Dimana lu jual ikan cupang lu?
  • Apa keunggulan kompetitif lu dalam menjual ikan cupang lu dibandingkan dengan kompetitor lain?
    • Gw pastinya mengutamakan kualitas, gw kirim ikan yang sehat dan bugar. Gw juga main di harga yang bersaing.
  • Lu baru suka dan mulai melihara ikan cupang itu 4 bulan yang lalu atau sebenernya udah lama?
    • Sebenernya gw melihara pernah pas SD, terus mulai lagi sewaktu kuliah di Jakarta tapi waktu itu gw belum sempet untuk fokus bener-bener ngerawat dan melihara.

Awal mula breeding ikan cupang

  • Darimana lu belajar bisa breeding ikan cupang?
    • Awalnya gw liat instastory temen gw terus gw nanya-nanya, sehabis itu belajar lewat youtube
  • Menurut lu apakah memelihara ikan cupang ini hanya sebatas tren yang akan hilang ataukah tidak?
    • Menurut gw sih akan ada ya seterusnya cuma ini kebetulan aja ada pandemi yang meningkatkan permintaan dan penjualan.
  • Oke uf terimakasih atas waktunya, semoga bisnis ikan cupang dan bisnis lainnya bisa lancar terus.
    • Siap sama-sama seneng bisa berbagi.

Demikian wawancara singkat saya bersama bro Rauf, semoga hal ini bisa bermanfaat bagi pembaca setia sahabat Bizlook. Dari Rauf kita belajar bagaimana kita harus tanggap dalam menangkap peluang, disiplin dan komitmen dalam menjalankan sebuah pilihan. Tentunya Bizlook akan selalu hadir membantu sahabat dalam mengatasi beragam masalah bisnis, silahkan kunjungi https://www.bizlook.id/ (Tuntas Habis Masalah Bisnis).

Baca artikel lainnya https://blog.bizlook.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *