Seberapa penting Influencer dalam Marketing?

Kamu pasti udah ga asing lagi dengan yang namanya Selebgram, Youtuber, Tik Tokers atau Blogger ya kan? mungkin kamu juga pernah ngeliat mereka ngebawain konten disertai iklan secara langsung (terang-terangan) maupun secara tidak langsung. Nah sebenernya seberapa penting sih Influencer itu dalam memasarkan produk?? Memangnya ngaruh ya? Mari kita coba! (eh salah malah jadi Sisca Kohl) maksudnya mari kita cari tau!

Influencer sendiri adalah seseorang yang punya kemampuan untuk memengaruhi seseorang atau sekelompok orang untuk menghendaki apa yang diinginkannya. Influencer berasal dari kata dasar Influence; the capacity or power of persons or things to be a compelling force on or produce effects on the actions, behavior, opinions, etc., of others. Berarti emak-emak komplek yang bisa ngehasut tetangganya pas belanja di tukang sayur juga termasuk Influencer juga ya guys! Seriusan!

Cerita dari Om Bob Sadino

Gambar 1

Om Bob Sadino dulu saat menjual telur-telurnya, ia memberikan jaminan bagi pembelinya kalau ada 1 telur busuk saja di dalam jualannya, maka ia bersedia menggantinya dengan 10 telur yang bagus. Wah, kalau sudah ada jaminan seperti ini pembeli mana coba yang akan ragu untuk membeli telur yang dijual Om Bob Sadino. Tapi uniknya Om Bob Sadino yang seharusnya lebih berhati-hati terhadap telur-telur jualannya jangan sampai ada yang busuk justru melakukan hal sebaliknya. Om Bob Sadino sengaja memberikan 2 butir telur busuk kepada seorang pembeli yang ternyata adalah ibu-ibu yang terkenal paling cerewet dan bawel di seantero Komplek Kemang, hahaha.

Kalau dipikir-pikir nih Om Bob Sadino bener-bener cari perkara ya. Udah tahu itu ibu-ibu cerewet, ini malah sengaja menaruh telur busuk ke dalam belanjaannya. Yang ada malahan nanti si ibu ini akan cerita ke sana kemari kalau ia dapat telur busuk di Kemchicks. Tapi apa yang dilakukan Om Bob Sadino benar-benar jenius. Omelan si ibu cerewet tadi yang diberi telur busuk, langsung ditindak oleh Om Bob. Tak perlu waktu lama Om Bob minta maaf dan mengganti 2 butir telur busuk tadi dengan 20 telur yang bagus. Setelah kejadian itu, melebarlah berita “jaminan ganti 10 telur” secara viral dari mulut ke mulut, karena jaman itu belum ada sosial media, hehe.. Dua telur busuk ditambah ibu-ibu cerewet jadilah kampanye marketing gratis yang ampuh. Bahkan lebih ampuh daripada pasang iklan di koran yang mengeluarkan biaya. Sekilas cerita dari Om Bob Sadino ini memberikan salah satu gambaran bahwa ternyata Influencer itu penting dalam memasarkan produk kita.

Pengaruh Influencer di Dunia Digital

Kini di era kemudahan teknologi informasi dan komunikasi dengan adanya beragam platform sosial media dan hiburan di dunia maya yang mengumpulkan banyak orang untuk berjejaring menjadikan kamu memiliki beragam alternatif pilihan Influencer dalam memperkenalkan produkmu antara lain Selebgram, Youtuber, Blogger, Tik Tokers, Copywriter dan yang lainnya.

Setidaknya ada dua pengaruh Influencer di dunia digital yaitu:

1. Keterikatan influencer dengan followers. Timbulnya engagement antara followers dan influencer terjadi akibat komunikasi yang dibangun secara konsisten oleh influencer dengan reputasi yang cocok dengan produk yang ditawarkan. Terdapat tiga aspek yang dilihat dari seorang influencer, yaitu Reach yang menunjukkan jumlah followers yang dimiliki oleh influencer tersebut. Kemudian adanya Resonance yang memperlihatkan tingkat keterikatan followers dengan konten yang ditampilkan oleh influencer, seperti seberapa aktif followers membagikan lagi konten yang ditampilkan oleh influencer. Aspek terakhir adalah Relevance yang menggambarkan kesamaan antara nilai-nilai yang diyakini influencer dan brand image produk. Kesamaan tersebut juga dapat berupa konten yang ditampilkan influencer dengan memperhatikan adanya value, budaya, dan demografis yang sama dengan target khalayak brand (Solis 2012).

Dengan adanya tiga aspek tersebut kita dapat melihat bahwasanya influencer memiliki kekuatan untuk mempengaruhi, menggiring opini, dan sikap followersnya secara online melalui social media, oleh karenanya hal tersebut dapat sangat berdampak pada citra suatu produk ataupun brand (Evelina dan Handayani, 2018).

2. Kredibilitas Influencer. Umumnya, seorang Influencer memiliki 3 peran utama. Peran tersebut diantaranya adalah to inform, to persuade, dan to entertain. Fungsi to inform berkaitan dengan adanya e-commerce bertujuan untuk menginformasikan mengenai suatu produk atau brand ke audiens sehingga mereka tertarik untuk membeli produk tersebut. Dari adanya fungsi to persuade, influencer berusaha meyakinkan audiens menerima sudut pandangnya atau meminta untuk mengadopsi perasaan dan perilakunya, sedangkan to entertain berfungsi untuk menghibur sehingga konten yang disediakan bersifat persuasif dan pesan yang ingin disampaikan dari produk atau brand dapat diterima dengan baik (Sugiharto dkk., 2018).

Kredibilitas yang dimiliki oleh influencer dalam mempromosikan suatu produk menyebabkan peningkatan pada brand awareness masyarakat akan suatu produk, sehingga dapat mendatangkan calon konsumen, terlebih lagi bila followers dari influencer tersebut terlibat secara aktif dalam membantu pemasarannya sehingga dapat membantu dalam mempengaruhi tingkat penjualan produk kepada konsumen secara efektif (Evelina dan Fitrie, 2018).

Mencari Influencer yang tepat!

Terus gimana ya caranya untuk menemukan sosok Influencer yang tepat? tet teret terettt berikut nih sob Business Hacks ala Bizlook:

  1. Kamu harus tau dulu tujuan apa yang ingin kamu capai dengan menggunakan jasa Influencer. Apakah sebatas untuk memperkenalkan profil bisnis atau produkmu? penjualan produk? atau membangun interaksi dengan customer?. Tentukan tujuanmu dengan membuat metrik agar dapat lebih mudah diukur dan dievaluasi. Contohnya dengan memesan jasa Influencer x diharapkan terjual 100 pcs produk A. Ingat tujuan yang kamu buat disusun sesuai dengan budget yang kamu punya yaa
  2. Carilah Influencer yang memiliki basis followers yang sama seperti segmentasi pasarmu. Contohnya bisnis kamu adalah makanan ringan maka kamu harus mencari Influencer yang memang spesialis di bidang kuliner agar tepat sasaran!
  3. Perhatikan engagement antara Influencer dan Followers apakah terdapat interaksi yang aktif atau tidak. Karena kamu tau sendiri kan sekarang followers aja bisa dibeli wkwkw
  4. Hubungi Influencer yang kamu inginkan, sampaikan kebutuhanmu dan tanyakan jasa yang tersedia. Pilih jasa yang memang sesuai dengan budget dan tujuanmu.
  5. Buat pesan yang mau disampaikan, sesuaikan dengan audience dan tujuan yang telah dibuat.

Supaya ga repot untuk menemukan Influencer yang profesional, kamu juga bisa loh pesan jasanya di https://www.bizlook.id/ . Semoga blog ini bermanfaat, jika kamu punya pertanyaan atau tanggapan isi di kolom komentar yaaa. Jangan lupa subscribe like and comment haha 😀

Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *