Benarkah Konsumen adalah Raja?

Ada istilah “konsumen adalah raja”, menurutmu bagaimana setujukah? masih relevankah?

Saya sih lebih cenderung memilih istilah konsumen (pembeli) dan penjual adalah hubungan layaknya seorang teman atau mitra yang saling membutuhkan dengan posisi yang sejajar. Dimana si Penjual harus memberikan prestasi berupa pelayanan dan produk terbaik kepada Pembeli. Begitupun sebaliknya si Pembeli harus memberikan kontraprestasi berupa menunaikan kewajibannya dalam memperoleh pelayanan dan produk terbaik berdasarkan kesepakatan.

Konsumen adalah Raja

Istilah “konsumen adalah raja” mungkin muncul karena pembeli dianggap segala-galanya karena tanpa kehadiran mereka penjual akan mengalami kerugian dan berakhir gulung tikar. Ketika terdapat pembeli yang siap berbelanja (permintaan) tidak mungkin tidak akan ada Penjual (penawaran) selama terdapat sumber daya untuk memproduksi produk yang diminta tersebut. Justru jika terdapat sedikit Penjual sementara permintaan tinggi maka akan terjadi kelangkaan dan harga produk yang dijual akan melambung tinggi. Sehingga disini dapat dilihat bahwa Penjual ada karena terdapat Pembeli.

Selain itu, pada pasar bebas pembeli dihadapkan pada banyak pilihan dan secara logis pembeli akan menghitung dan mempertimbangkan pilihan-pilihan itu dengan membeli produk yang dapat menghasilkan kepuasan yang maksimum. Sehingga mau tidak mau penjual harus mampu bersaing untuk mendapatkan hati konsumen.

Tapi perlu diingat konsumen adalah raja bukan diartikan bahwa segala sesuatu yang diminta oleh Pembeli harus kita layani dan penuhi. Posisi tawar (bargaining position) dalam hubungan transaksi antara Penjual dan Pembeli haruslah sejajar. Hal ini karena apabila posisi tawar pembeli lebih tinggi maka pembeli memiliki peluang untuk melakukan tindakan sewenang-wenang. Begitupun apabila posisi tawar penjual lebih tinggi maka penjual memiliki peluang untuk melakukan tindakan sewenang-wenang.

Maksud dari konsumen adalah raja lebih tepat diterjemahkan bahwa Penjual harus mampu peka terhadap tren yang terjadi di pasar khususnya terkait perilaku dan gaya hidup konsumen, mampu menganalisis kompetitor. Selain itu memiliki produk yang sesuai (worthy) antara harga dan manfaat yang diperoleh konsumen, harga produk yang kompetitif dan keunikan produk. Sehingga penjual dapat mengakuisisi pasar, meretensi eksistensi konsumen yang sudah ada dan bahkan mengekspansi ke pasar yang lebih luas.

Gambar: Unsplash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *